Senin, 13 Januari 2014

Pengendalian Vektor Tikus



PENDAHULUAN

A.    LatarBelakang
Tikus biasanya lebih dikenal sebagai hama tanaman pertanian, perusak benda-benda digudang dan hewan penganggu yang menjijikan diperumahan. Pada dasarnya hewan ini membawa, menyebarkan dan menularkan berbagai penyakit kepada manusia, ternak dan hewan peliharaan. Penyakit yang ditularkan dapat disebabkan oleh infeksi berbagai agen penyakit dari kelompok virus, bakteri, protozoa dan cacing. Penyakit tersebut dapat ditularkan kepada manusia secara langsung oleh ludah, urin dan fesesnya atau melalui gigitan ektoparasitnya (kutu, pinjal, caplak dan tungau).
            Sistem pengendalian hama yang dapat dibenarkan secara ekonomi dan berkelanjutan yang meliputi berbagai pengendalian yang kompatibel dengan tujuan memaksimalkan produktivitas tetapi dengan dampak sekecil-kecilnya.
            Perkembanganbiakan tikus sangat cepat, umur 1, –5 bulan sudah dapat berkembangbiak, setelah hamil 21 hari setiap ekor dapat melahirkan 6-8 ekor anak, 21 hari kemudian pisah dari induknya dan setiap tahun seekor tikus dapat melahirkan 4 kali.Di Indonesia tercatat tidak kurang dari 150 jenis tikus, kira-kira 50 jenis masuk dalam genus Bandicota, Rattes dan Mus.
Tikus dapat masuk di sudut rumah. Mereka dapat menghasilkan sampah juga membuang kotoran di rumah rumah yang menjadi sarang tikus.Tikus juga dapat masuk ke dapur dan buang air kecil di sekitar peralatan masak dan bahan makanan.Akibatnya jika peralatan tidak dicuci dengan baik dan juga jika makanan yang tercemar oleh tikus dapat menyebabkan penyakit berbahaya.keberadaan tikus di rumah – rumah harus di kontrol secara rutin agar tidak terjadi penyakit yang tidak di inginkan.Tikus dapat menyebabkan banyak kerusakan di dalam rumah. Tikus juga dapat  menghancurkan peralatan listrik dan elektronik.
            Fakta tentang Tikus sebagai vektor penyakit berbahaya seperti leptospirosis, sampar (pes) , thypus, cacing, merusak bahan makanan dan perlatan menjijikan dan membuat tidak nyaman.
a.1 Klasifikasi
Tikus dan mencit termasuk familia Muridae dari kelompok mamalia (hewanmenyusui). Para ahli zoologi (ilmu hewan) sepakat untuk menggolongkannyakedalam ordo Rodensia (hewan yang mengerat), subordo Myomorpha, familiMuridae, dan sub famili Murinae. Untuk lebih jelasnya, tikus dapatdiklasifikasikan sbb :
Dunia : Animalia
Filum : Chordata
Sub Filum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Subklas : Theria
Ordo : Rodentia
Sub ordo : Myomorpha
Famili : Muridae
Sub famili : Murinae
Genus : Bandicota, Rattus, dan Mus
a.2 Biologi

            Anggota Muridae ini dominan disebagian kawasan didunia. Potensi reproduksi tikus dan mencit sangat tinggi dan ciri yang menarik adalah gigi serinya beradaptasi untuk mengerat (mengerat + menggigit benda-benda yang keras).
            Gigi seri ini terdapat pada rahang atas dan bawah, masing-masing sepasang. Gigi seri ini secara tepat akan tumbuh memanjang sehingga merupakan alat potong yang sangat efektif. Tidak mempunyai taring dan graham (premolar). Karakteristik lainnya adalah cara berjalannya dan perilaku hidupnya. Semua rodensia komensal berjalan dengan telapak kakinya. Beberapa jenis Rodensia adalah Rattus norvegicus, Rattus rattus diardi, Mus musculus yang perbandingan bentuk tubuhnya seperti terlihat pada gambar ;





Gambar 1.                                                                            Gambar 2.
Beberapa jenis rodensia (tikus dan mencit)                   Tipe kaki rodensia (Tikus dan mendit)
berdasarkan ukuran bentuk tubuhnya

a.3 Kebiasaan dan habitat
            Tikus dikenal sebagai binatang kosmopolitan yaitu menempati hampir di semua habitat (Lampiran 1). Habitat dan kebiasaan jenis tikus yang dekat hubungnnya dengan manusia adalah sebagai berikut :

 R. norvegicus
            Menggali lubang, berenang dan menyelam, menggigit benda-benda keras seperti kayu bangunan, aluminium dsb. Hidup dalam rumah, toko makanan dan gudang, diluar rumah, gudang bawah tanah, dok dan saluran dalam tanah/riol/got.
R. ratus diardii
            Sangat pandai memanjat, biasanya disebut sebagai pemanjat yang ulung,
menggigit benda-benda yang keras. Hidup dilobang pohon, tanaman yang
menjalar. Hidup dalam rumah tergantung pada cuaca.
M. musculus
            Termasuk rondensia pemanjat, kadang-kadang menggali lobang, menggigit
hidup didalam dan diluar rumah.

a.4 Kemampuan alat indera dan fisik
            Rodensia termasuk binatang nokturnal, keluar sarangnya dan aktif pada malam hari untuk mencari makan. Untuk itu diperlukan suatu kemampuan yang khusus agar bebas mencari makanan dan menyelamatkan diri dari predator (pemangsa) pada suasana gelap.
a.4.1  Kemampuan alat indera
1) Mencium
             Rodensia mempunyai daya cium yang tajam, sebelum aktif/keluar sarangnya ia akan mencium-cium dengan menggerakkan kepala kekiri dan kekanan. Mengeluarkan jejak bau selama orientasi sekitar sarangnya sebelum meninggalkannya. Urin dan sekresi genital yang memberikan jejak bau yang selanjutnya akan dideteksi dan diikuti oleh tikus lainnya. Bau penting untuk Rodensia karena dari bau ini dapat membedakan antara tikus sefamili atau tikus asing. Bau juga memberikan tanda akan bahaya yang telah dialami.
2) Menyentuh
            Rasa menyentuh sangat berkembang dikalangan rodensia komensal, ini untuk membantu pergerakannya sepanjang jejak dimalam hari. Sentuhan badan dan kibasan ekor akan tetap digunakan selama menjelajah, kontak dengan lantai, dinding dan benda lain yang dekat sangat membantu dalam orientasi dan kewaspadaan binatang ini terhadap ada atau tidaknya rintangan didepannya.
3) Mendengar.
            Rodensia sangat sensitif terhadap suara yang mendadak. Disamping itu rondesia dapat mendengar suara ultra. Mengirim suara ultrapun dapat.
4) Melihat.
            Mata tikus khusus untuk melihat pada malam hari, Tikus dapat mendekteksi gerakan pada jarak lebih dari 10 meter dan dapatmembedakan antara pola benda yang sederhana dengan obyek yang ukurannya berbeda-beda. Mampu melakukan persepsi/perkiraan pada jarak lebih 1 meter, perkiraan yang tepat ini sebagai usaha untuk meloncat bila diperlukan.
5) Mengecap.
            Rasa mengecap pada tikus berkembang sangat baik. Tikus dan mencit dapat mendekteksi dan menolak air minum yang mengandung phenylthiocarbamide 3 ppm, pahit.

a.4.2 Kemampuan fisik.
1) Menggali
            R. norvegicus adalah binatang penggali lubang. Lubang digali untuk tempat perlindungan dan sarangnya. Kemampuan menggali dapat mencapai 2-3 meter tanpa kesulitan.
2) Memanjat
            R. komensal adalah pemanjat yang ulung. Tikus atap atau tikus rumah yang bentuk tubuhnya lebih kecil dan langsing lebih beradaptasi untuk memanjat dibandingkan dengan tikus riol/got. Namun demikian kedua spesies tersebut dapat memanjat kayu dan bangunan yang permukaannya kasar. Tikus riol/got dap memanjat pipa baik di dalam maupun di luar.
3) Meloncat dan melompat.
            R.norvegicus dewasa dapat meloncat 77 cm lebih (vertikal). Dari keadaan berhenti tikus got dapat melompat sejauh 1,2 meter. M.musculus meloncat arah vertikal setinggi 25 cm.
4) Menggerogoti.
            Tikus menggerogoti bahan bangunan/kayu, lembaran almunium maupun campuran pasir, kapur dan semen yang mutunya rendah.
5) Berenang dan menyelam.
            Baik R. norvegicus, R. rattus dan M. musculus adalah perenang yang baik. Tikus yang dusebut pertama adalah perenang dan penyelam yang ulung, perilaku yang semi akuatik, hidup disaluran air bawah tanah, sungai dan areal lain yang basah.

B.  Rumusan Masalah
Rumusan masalah kami membahas beberapa penyakit yang disebabkan oleh tikus dan bagaimana cara menanggulangi atau mengurangi bahaya  yang dapat di sebabkan oleh tikus sebagai, dan bagaimana cara untuk mrngurangi populasi tikus.

C.  Tujuan

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah, maka makalah  ini bertujuan untuk membahas macam-macam penyakit, yang di sebabkan oleh tikus dan membahas bagaimana cara menanggulangi dan mengatasi masalah penyakit yang ditumbulkan oleh tikus.



 

BAB 3

PEMBAHASAN

PENYAKIT-PENYAKIT DARI VEKTOR TIKUS
Tikus adalah mamalia yang termasuk dalam sukuMuridae.Spesies tikus yang paling dikenal adalah mencit (Mus spp.) serta tikus got (Rattus norvegicus) yang ditemukan hampir di semua negara dan merupakan suatu organisme model yang penting dalam biologi; juga merupakan hewan peliharaan yang populer. Tikus diketahui dapat mengirimkan sejumlah penyakit langsung (melalui gigitan) atau tidak langsung melalui gigitan parasit yang ditemukan pada tikus atau oleh kontaminasi makanan dengan urin atau feses.
A.  Leptospirosis
            Leptospirosis sesungguhnya tergolong penyakit hewan yang bisa menjangkiti manusia juga, atau disebut zoonosis.Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira berbentuk spiral yang menyerang hewan dan manusia dan dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. Tetapi dalam air laut, selokan dan air kemih yang tidak diencerkan akan cepat mati. Di dunia kedokteran veteriner, penyakit ini bukan asing lagi, bahkan telah lama sekali dikenal.Vaksinasi hewan peliharaan terhadap penyakit leptospirosis pun telah rutin dilakukan.
            Manusia terinfeksi leptospira melalui kontak dengan air, tanah atau tanaman yang telah dikotori oleh air tikus yang menderita leptospirosis.Bakteri masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (mukosa) mata, hidung, kulit yang lecet atau atau makanan yang terkontaminasi oleh urine hewan terinfeksi leptospira.Masa inkubasi selama 4 - 19 hari.
Gejala Klinis
Stadium Pertama
Stadium Kedua
·      Demam menggigil
·      Sakit kepala
·      Malaise
·      Muntah
·      Konjungtivitis
·      Rasa nyeri otot betis dan punggung
·      Gejala-gejala diatas akan tampak antara 4-9 hari
·      Gejala yang Kharakteristik
·      Konjungtivitis tanpa disertai eksudat serous/porulen (kemerahan pada mata)
·      Rasa nyeri pada otot-otot

·       Terbentuk anti bodi di dalam tubuh penderita
·       Gejala yang timbul lebih bervariasi dibandingkan dengan stadium pertama
·       Apabila demam dengan gejala-gejala lain timbul kemungkinan akan terjadi meningitis.
Stadium ini terjadi biasanya antara minggu kedua dan keempat.


Komplikasi Leptospirosis
  • Pada hati : kekuningan yang terjadi pada hari ke 4 dan ke 6
  • Pada ginjal : gagal ginjal yang dapat menyebabkan kematian.
  • Pada jantung : berdebar tidak teratur, jantung membengkak dan gagal jantung yang dapat mengikabatkan kematian mendadak.
  • Pada paru-paru : batuk darah, nyeri dada, sesak nafas.
  • Perdarahan karena adanya kerusakan pembuluh darah dari saluran pernafasan, saluran pencernaan, ginjal, saluran genitalia, dan mata (konjungtiva).
  • Pada kehamilan : keguguran, prematur, bayi lahir cacat dan lahir mati.
Pencegahan
sanitasi sekitar rumah dan lingkungan, higiene perorangannya dilakukan dengan menjaga tangan selalu bersih. Selain terkena air kotor, tangan dapat tercemar kuman dari binatang piaraan yang sudah terjangkit penyakit dari tikus atau hewan liar.Hindari kontak dengan kencing binatang piaraan.Biasakan memakai alat pelindung diri, seperti sarung tangan karet sewaktu berkontak dengan air kotor, pakaian pelindung kulit, beralas kaki, memakai sepatu bot, terutama jika kulit ada luka, borok, atau eksim.Selalulah membasuh tangan sehabis menangani binatang, ternak, atau membersihkan gudang, dapur, dan tempat-tempat kotor.Kebersihan lingkungan, khususnya rumah, harus dilakukan secara terus menerus. Jangan memberi kesempatan tikus berkembang biak di dalam rumah. Bahkan tikus rumah perlu dibasmi sampai ke sarang-sarangnya.
Membiasakan diri dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar terhindar dari tikus.Mencucui tangan dengan sabun sebelum makan.Mencucui tangan, kaki serta bagian tubuh lainnya dengan sabun setelah bekerja di sawah/ kebun/sampah/tanah/selokan dan tempat-tempat yang tercemar lainnya.Menghindari adanya tikus di dalam rumah/gedung.Menghindari pencemaran oleh tikus.Melakukan desinfeksi terhadap tempat-tempat tertentu yang tercemar oleh tikus Meningkatkan penangkapan tikus.
Pengobatan
Pengobatan dini sangat menolong karena bakteri Leptospira mudah mati dengan antibiotik yang banyak di jumpai di pasar seperti Penicillin dan turunannya (Amoxylline) Streptomycine, Tetracycline, Erithtromycine.Bila terjadi komplikasi angka lematian dapat mencapai 20%, segera berobat ke dokter terdekat.

B.  PLAGUE/PENYAKIT PES
Penyebaran penyakit plague/pes Plague, disebut juga penyakit pes, adalah infeksi yang disebabkan bakteri Yersinia pestis (Y. pestis) dan ditularkan oleh kutu tikus (flea), Xenopsylla cheopis. Pess terbagi menjadi 2 yaitu :
1.      Pes Bubo
Pes Bubo merupakan penyakit yang mempunyai gejala demam tinggi, tubuh dingin, menggigil, nyeri otot, sakit kepala hebat, dan ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening di pangkal paha, ketiak dan leher (bubo).Pada pemeriksaan cairan bubo di laboratorium ditemukan kuman pes (Yersinis pestis). 
2.      Pes Pneumonik
Pes pneumonik adalah penyakit yang mempunyai gejala batuk secara tiba-tiba dan keluar dahak, sakit dada, sesak nafas, demam, muntah darah.Pada pemeriksaan sputum atau usap tenggorok ditemukan kuman pes (Yersinis pestis), dan apabila diperlukan dilakukan pemeriksaan darah untuk menemukan zat antinya.
Penyakit ini menular lewat gigitan kutu tikus, gigitan/cakaran binatang yang terinfeksi plague, dan kontak dengan tubuh binatang yang terinfeksi. Kutu yang terinfeksi dapat membawa bakteri ini sampai berbulan2 lamanya. Selain itu pada kasus pneumonic plague, penularan terjadi dari dari percikan air liur penderita yang terbawa oleh udara. Jenis- jenis  plague dan gejalanya pada manusia
Ada 3 jenis penyakit plague yaitu:
Bubonic plague
Septicemic plague
Pneumonic plague
·      Masa inkubasi 2-7 hari.
·      Gejala : kelenjar getah bening dekattempat gigitan binatang/kutu yang terinfeksi akan membengkak berisi cairan (disebut Bubo).
·      Terasa sakit apabila ditekan.
·      Pembengkakan akan terjadi.
·      Gejalanya mirip flu, demam,pusing,menggigil, lemah, benjolan lunak berisi cairan di di tonsil/adenoid (amandel), limpa dan thymus. Bubonic
·      plague jarang menular pada orang lain.

·          Gejala : demam, menggigil, pusing, lemah, sakit pada perut, shock,
·          pendarahan di bawah kulit atau organ2 tubuh lainnya,
·          pembekuan darah pada saluran darah,
·          tekanan darahrendah,
·          mual, muntah dan organ tubuh tidak bekerja dengan baik.
·          Tidak terdapat benjolan pada penderita.
·          Jarang menular
·          Dapatjugadisebabkan Bubonic plague dan Pneumonic plague yang tidak diobati dengan benar.

·         Masa inkubasi 1-3 hari.
·         Gejala : pneumonia (radang paru2), napas pendek, sesak napas, batuk, sakit pada dada.
·         paling berbahaya dibandingkan jenis lainnya.
·         menular lewat udara,

Pengobatan plague
            Plague pada manusia dan kucing dapat diobati dengan Streptomycin, Tetracyclin, Doxycyclin, Gentamycin. Streptomycyn dosis tinggi terbukti lebih efektif mengobati plague.Penicilin tidak efektif untuk penyakit plague.Diazepam diberikan untuk mengurangi rasa lelah.Heparin biasanya diberikan apabila terdapat gejala pembekuan darah.
Pencegahan plague
1. Orang atau binatang di sekitar penderita plague harus diobati dg antibiotic selambat2nya 7 hari setelah kontak dg penderita.
2. Memakai sarung tangan, baju panjang, masker, dan goggle (kacamata) pd waktu kontak dg penderita plague
3. Tidak mengijinkan kucing makan tikus, kelinci atau binatang hidup berdarah panas lainnya.
4. Tidak mengijinkan kucing bermain di luar rumah, terutama di daerah yg banyak terdapat sarang tikus.
5. Mengontrol populasi tikus dan kutu di lingkungan anda.
6. Vaksinasi plague apabila akan bepergian ke daerah epidemi plague.

C.  Sindrom hantavirus paru (PS)

            Hantavirus sindrom paru (HPS) adalah penyakit mematikan yang ditularkan oleh tikus yang terinfeksi melalui urine, kotoran, atau air liur. Manusia bisa terkena penyakit ini ketika mereka menghirup virus aerosol.HPS pertama kali diakui pada tahun 1993 dan sejak itu telah diidentifikasi di seluruh Amerika Serikat.Meskipun jarang, HPS berpotensi mematikan. Rodent control di dalam dan sekitar rumah tetap menjadi strategi utama untuk mencegah infeksi hantavirus. maka gejala yang dapat diamati : diare, muntah, mual, dan kram perut.

D.  Rat-gigitan demam (RBF)

Rat-gigitan demam (RBF) adalah penyakit sistemik yang disebabkan oleh bakteri moniliformis Streptobacillus yang dapat diperoleh melalui gigitan atau goresan dari binatang pengerat atau menelan makanan atau air yang terkontaminasi dengan kotoran tikus. Salah satu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh tikus adalah demam gigitan tikus.Penyakit demam tidak disebabkan oleh gigitan tikus binatang pengerat tersebut langsung tetapi langsung mempengaruhi manusia oleh mencemari atau buang air kecil dalam makanan dan air yang dikonsumsi oleh manusia.Jika barang-barang makanan yang terkontaminasi yang digunakan oleh manusia sengaja maka berbagai penyakit yang dialami manusia.
Gejala-gejala yang disebabkan oleh penyakit ini :                                                                             
1.      Demam
2.      Mual
3.      Muntah
4.      Sakit kepala
5.      Nyeri di punggung dan sendi.
PENGENDALIAN TIKUS (Rodentstop Service)
a.      Proofing Infestation
Memastikan bahwa seluruh konstruksi rumah tidak adanya celah yang memungkinkan tikus masuk, baik dari bawah pintu, lubang pembuangan air, atau dari bawah saluran air. Kami akan merekomendasikan kepada klien bila dijumpai adanya celah masuk tikus untuk di-proofing/ditutup; biasanya dengan jaring kawat pada area pembuangan air.
b.      Sanitation
Bila ditemukan tempat yang sanitasinya kurang baik dan bisa menjadi factor penarik tikus atau bahkan sumber makanan tikus atau menjadi tempat sarang tikus, maka akan merekomendasikan diadakan perbaikan oleh klien.
c.       Treatment Tikus (Rodent Control)
Pengendalian tikus menggunakan Rat Baiting. Penggunaan trap untuk jangka panjang menimbulkan tikus jera umpan dan neophobia terhadap trap. Penggunaan trap hanya untuk tempat-tempat yang sangat khusus dengan populasi tikus yang rendah.
Penempatan Rodent Bait dilaksanakan pada area tertentu yang akan menarik tikus dari dalam sarang ke luar, atau ketempat yang tidak sensitive, seperti area parkir/garden, setelah itu baru difokuskan untuk tikus yang aktifitasnya dengan radius pendek yakni tikus nyingnying (mice/Mus musculus), umpan ditempatkan di dalam.
Keraguan akan adanya resiko bau bangkai dapat diatasi dengan konfigurasi penempatan umpan untuk setiap kategori jenis tikus, jadi dengan penempatan umpan pada suatu lokasi dapat dideteksi sampai sejauh mana lokasi tempat tikus tersebut mati, ditambah tenaga serviceman cukup berpengalaman mengatasi masalah tikus di puluhan Rumah (housing), Mall, industri (pergudangan), Rumah Sakit, Hotel / Apartemen.




Referensi
Agus Samsudrajad S ,Laporan Praktikum Pengendalian Vektor,  Pemasangan Perangkap, pemeriksaan, dan penyisiran Tikus, 2008

Politeknik Kesehatan KEMENKES Pontianak Jurusan Kesehatan Lingkungan, Makalah Pengendalian Vektor dan Binatang Pengganggu, 2011



Tidak ada komentar:

Posting Komentar